Pertolongan Pertama Saat Tenggelam: Cara Menyelamatkan Korban di Kolam atau Laut

Pertolongan Pertama Saat Tenggelam: Cara Menyelamatkan Korban di Kolam atau Laut

Tenggelam sering terjadi secara diam-diam dan sangat cepat. Hal ini tidak seperti yang sering digambarkan dalam film, di mana korban berteriak keras, melambaikan tangan, atau membuat banyak gerakan.

Anda mungkin hanya melihat kepala seseorang miring ke belakang, mulut berada di permukaan air, dan matanya tampak kosong atau tidak fokus.

Untuk menyelamatkan orang yang tenggelam dengan aman, jangan langsung melompat ke air menuju korban. Sebaliknya, berikan pelampung, tali, atau benda apa pun yang dapat diraih oleh korban, lalu tarik perlahan ke tempat yang aman.

Setelah korban berhasil dikeluarkan dari air, segera periksa pernapasannya dan mulai CPR (Cardiopulmonary Resuscitation / Resusitasi Jantung Paru) jika ia tidak bernapas secara normal.

Dengan meningkatnya suhu musim panas di Arab Saudi, semakin banyak orang mengunjungi pantai dan kolam renang, sehingga risiko tenggelam secara tiba-tiba juga meningkat.

Seseorang mungkin terlihat sehat beberapa detik sebelum tenggelam, tetapi hanya dalam waktu singkat situasi dapat berubah menjadi kondisi darurat yang mengancam nyawa.

Dalam panduan musim panas 2026 ini, kami akan membahas tanda-tanda nyata seseorang yang tenggelam, cara menyelamatkan korban dengan aman, tips pencegahan kecelakaan, serta apa yang harus dilakukan setelah kejadian tenggelam.


Apa Tanda-Tanda Nyata Orang Tenggelam? (Bukan Seperti di Film)

Orang yang tenggelam biasanya tidak berteriak atau melambaikan tangan meminta pertolongan.

Gerakannya terbatas dan seluruh usahanya hanya berfokus untuk tetap mengapung dan mendapatkan udara.

Korban dapat berada dalam posisi tegak di air sambil berusaha mengangkat mulut ke atas permukaan untuk mengambil napas.

Tanda-tanda umum tenggelam meliputi:

  • Mulut berada dekat permukaan air.

  • Kepala miring ke belakang.

  • Lengan berada di samping tubuh, bukan melambaikan tangan.

  • Mata terlihat kosong, tidak fokus, atau tertutup.

Kondisi diam seperti ini dapat berlangsung hanya 20–60 detik sebelum korban akhirnya tenggelam sepenuhnya.


Kepala dan Mulut Berada di Permukaan Air

Orang yang tenggelam biasanya menengadahkan kepala ke belakang dengan mulut dekat permukaan air agar bisa mencoba bernapas.


Lengan Terulur ke Samping Tubuh

Berbeda dengan anggapan umum, korban tenggelam biasanya tidak dapat melambaikan tangan untuk meminta bantuan.

Tangannya mungkin berada di bawah atau di samping tubuh karena seluruh energinya digunakan untuk menjaga kepala tetap di atas air.


Tidak Berteriak atau Meminta Tolong

Korban menggunakan seluruh kemampuannya untuk bernapas dan bertahan di permukaan air, sehingga tidak memiliki cukup waktu atau udara untuk berteriak.


Tenggelam Secara Tiba-Tiba

Seseorang dapat tenggelam dalam waktu kurang dari satu menit, sehingga tanda-tanda bahaya bisa sangat sulit terlihat.

Ingat: tenggelam tidak seperti adegan dalam film. Gerakan dramatis dan perjuangan besar di air jarang terjadi.

Seseorang yang terlihat diam atau hanya bergerak sedikit bisa saja sedang dalam bahaya besar.

Cara Menyelamatkan Orang yang Tenggelam Tanpa Menjadi Korban Kedua

Jangan langsung masuk ke air kecuali Anda memiliki pelatihan dan kemampuan penyelamatan di air.

Prinsip keselamatan internasional “Reach, Throw, Row, Don’t Go” menyarankan agar menggunakan cara penyelamatan dari jarak aman sebelum masuk ke dalam air.

Jika Anda melihat seseorang tenggelam:

  1. Segera minta bantuan dari orang sekitar.

  2. Coba ulurkan benda seperti tongkat, tali, atau pakaian panjang agar korban dapat berpegangan.

  3. Jika tidak dapat menjangkaunya, lemparkan pelampung atau benda yang dapat mengapung.

  4. Jika tersedia perahu atau papan penyelamat, gunakan untuk mendekati korban dengan aman.


Prinsip: Raih, Lempar, Gunakan Perahu, Jangan Masuk Air

Raih (Reach)

Ulurkan tongkat, tali, atau benda panjang lainnya agar korban dapat memegangnya dan bergerak menuju tempat aman.


Lempar (Throw)

Lemparkan pelampung, alat apung, atau benda yang dapat membantu korban tetap berada di permukaan air.


Gunakan Perahu (Row)

Jika tersedia perahu atau papan penyelamat, gunakan untuk mendekati korban dan menariknya dengan aman menuju tepi air.


Jangan Masuk Air (Don’t Go)

Jangan masuk ke air jika Anda bukan penyelamat yang terlatih.

Orang yang tenggelam sering berada dalam kondisi panik dan dapat memegang tubuh Anda dengan kuat sehingga Anda juga ikut tenggelam.

Metode ini membantu melindungi Anda dan korban.


Menggunakan Peralatan Penyelamatan yang Tersedia

Gunakan semua perlengkapan penyelamatan yang ada di sekitar untuk membuat proses penyelamatan lebih aman.

Pelampung penyelamat (Life buoy)

Lemparkan pelampung ke arah korban dan bantu dia memegangnya.


Tali penyelamat

Gunakan tali yang terhubung dengan pelampung agar korban dapat ditarik dari jarak aman.


Perahu atau papan penyelamat

Jika tersedia, gunakan untuk mencapai korban dengan cepat tanpa membahayakan diri sendiri.


AED (Automated External Defibrillator)

Jika tersedia setelah korban dikeluarkan dari air dan mengalami henti jantung, gunakan AED segera sesuai petunjuk suara dari alat tersebut.

Semakin banyak alat penyelamatan yang tersedia, semakin aman proses penyelamatan bagi korban dan penolong.

Selalu cari pelampung, benda yang mengapung, atau alat apa pun yang dapat dilemparkan dengan aman.


Apa yang Harus Dilakukan Setelah Korban Dikeluarkan dari Air?

Segera setelah korban berhasil dikeluarkan dari air, lakukan pemeriksaan kondisi.

Letakkan korban telentang di permukaan yang keras dan rata.

Panggil korban dan tepuk bahunya dengan lembut untuk melihat apakah ia merespons.

Buka jalan napas dengan metode:

Head tilt–chin lift
(menengadahkan kepala dan mengangkat dagu)

Kemudian lihat, dengarkan, dan rasakan pernapasan selama 5–10 detik.

Jangan menganggap napas tersengal-sengal sebagai pernapasan normal.

Jika korban sadar dan bernapas normal:

  • Letakkan dalam posisi pemulihan (recovery position).

  • Tutupi dengan selimut agar tetap hangat.

  • Pantau terus sampai bantuan medis datang.

Jika korban tidak sadar atau tidak bernapas normal:

  • Segera mulai CPR (Resusitasi Jantung Paru).


Pemeriksaan Respons dan Pernapasan

Lakukan pemeriksaan cepat:

Periksa kesadaran

Panggil korban dengan suara keras dan sentuh bahunya. Jika bergerak atau membuka mata, pantau pernapasannya.


Buka jalan napas

Angkat dagu korban dan miringkan kepala ke belakang secara perlahan.


Periksa pernapasan

Lihat gerakan dada dan dengarkan suara napas selama 5–10 detik.


Dapatkan bantuan medis

Jika korban sadar tetapi terlihat sangat lelah, pertahankan posisi pemulihan dan segera minta bantuan.

Pemeriksaan awal ini penting untuk menentukan apakah CPR harus segera dilakukan.

Jika korban tidak merespons, anggap sebagai kondisi darurat penuh.


Kapan Harus Memulai CPR Setelah Tenggelam?

Jika korban tidak sadar atau tidak bernapas normal, segera mulai CPR.

Jangan menunggu dan jangan mencoba mengeluarkan air dari paru-paru terlebih dahulu.

Mulai dengan:

  • 30 kali tekanan dada (chest compression) di tengah dada.

  • Kedalaman sekitar 5–6 cm.

  • Kecepatan 100–120 tekanan per menit.

Kemudian:

  • Berikan 2 napas bantuan (rescue breaths) setelah setiap 30 tekanan.

  • Pastikan dada korban naik setiap kali diberikan napas.

Lanjutkan siklus 30:2 sampai:

  • Korban kembali bernapas normal.

  • Tim medis tiba.

  • Anda tidak mampu melanjutkan.

Jika Anda adalah satu-satunya penolong, lakukan CPR selama sekitar 2 menit (±5 siklus), lalu hubungi layanan darurat (997 di Arab Saudi) dan lanjutkan CPR.

CPR yang dilakukan dengan cepat dan benar dapat meningkatkan peluang keselamatan secara signifikan.

Secondary Drowning dan Dry Drowning: Bahaya Tersembunyi Setelah Penyelamatan

Setelah seseorang berhasil diselamatkan dari tenggelam, kondisinya mungkin terlihat normal, tetapi masalah dapat muncul beberapa jam kemudian.

Istilah “secondary drowning” dan “dry drowning” sering digunakan untuk menjelaskan kemungkinan komplikasi setelah tenggelam, tetapi keduanya bukan diagnosis medis yang spesifik.

Maksudnya adalah air yang masuk ke saluran pernapasan atau paru-paru dapat menyebabkan iritasi dan menimbulkan gangguan pernapasan yang muncul terlambat.

Korban mungkin merasa sudah pulih setelah diselamatkan, kemudian mengalami gejala beberapa jam setelah kejadian.


Tanda-Tanda yang Membutuhkan Pemeriksaan Medis Setelah Tenggelam:

Batuk yang terus berlanjut atau semakin parah

Batuk yang tidak berhenti setelah kejadian atau menjadi semakin berat.


Kesulitan bernapas atau rasa sesak di dada

Kesulitan mengambil napas, rasa tertekan di dada, atau nyeri saat bernapas.


Bibir atau kulit membiru

Dapat menjadi tanda rendahnya kadar oksigen, terutama jika disertai kelelahan berlebihan atau kebingungan.


Pusing atau kelelahan berat

Kelemahan yang tidak biasa, kehilangan energi, atau penurunan kesadaran.


Jika gejala-gejala ini muncul dalam waktu 1–8 jam setelah tenggelam, hal tersebut dapat menunjukkan adanya komplikasi pada sistem pernapasan dan membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Meskipun korban terlihat baik-baik saja setelah diselamatkan, tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan karena beberapa komplikasi dapat muncul terlambat.

Jangan menganggap bahwa “dia sudah selamat berarti semuanya sudah selesai”.

Pantau korban selama beberapa jam setelah kejadian.

Jika muncul batuk, kesulitan bernapas, pusing, atau perubahan kondisi lainnya, segera cari bantuan medis.


Bagaimana Melindungi Anak dari Tenggelam di Kolam Renang?

Mencegah anak tenggelam membutuhkan pengawasan aktif dan terus-menerus saat berada dekat air.

Jangan pernah membiarkan anak bermain sendiri di dekat kolam renang, bahkan hanya beberapa detik.

Pasang penghalang keselamatan seperti pagar dengan kunci yang aman di sekitar kolam dan pastikan alat penyelamatan mudah dijangkau.

Ajarkan anak aturan keselamatan air, seperti:

  • Tidak berlari di sekitar kolam.

  • Tidak berenang tanpa pengawasan.

  • Tidak mendekati air tanpa izin orang dewasa.

Belajar berenang sejak usia dini membantu anak memiliki kemampuan dasar bertahan di air dan mengurangi risiko tenggelam.


Pengawasan Terus-Menerus

Selalu berada dekat anak dan perhatikan dia saat berada di dalam atau sekitar air, meskipun ada penjaga kolam atau orang dewasa lain.


Penghalang Keamanan Kolam

Pastikan ada pagar atau penghalang yang mencegah anak masuk ke area kolam tanpa pengawasan.


Peralatan Apung

Gunakan jaket pelampung atau alat bantu apung yang sesuai untuk anak kecil atau anak yang belum bisa berenang dengan baik.


Belajar Berenang

Daftarkan anak ke kursus renang profesional dan ajarkan dasar-dasar keselamatan di air.


Edukasi Berkelanjutan

Jangan meninggalkan mainan atau benda lain di dekat tepi kolam karena dapat menarik perhatian anak untuk mendekati air.

Menurut World Health Organization (WHO), belajar berenang dan memasang penghalang keselamatan di sekitar sumber air merupakan langkah penting untuk mencegah tenggelam.

Kehadiran penjaga kolam tidak pernah menggantikan pengawasan langsung dari orang tua.


Nomor Darurat di Pantai dan Kolam Renang Arab Saudi

Jika terjadi keadaan darurat akibat tenggelam di pantai atau kolam renang di Arab Saudi, segera hubungi layanan ambulans:

997 — Saudi Red Crescent Authority

Di beberapa kota besar seperti:

  • Makkah

  • Madinah

  • Riyadh

  • Wilayah Timur

Anda juga dapat menghubungi:

911 — Nomor Darurat Terpadu

Untuk masalah keamanan:

999 — Polisi

Untuk keadaan darurat pertahanan sipil:

998 — Civil Defense

Daftar nomor penting:

  • Ambulans (Saudi Red Crescent): 997

  • Polisi: 999

  • Civil Defense: 998

  • Nomor darurat terpadu: 911

Di pantai resmi biasanya tersedia penjaga pantai dan tim penyelamat.

Namun ketika seseorang tenggelam, jangan menunda menghubungi layanan darurat. Berikan lokasi kejadian secara jelas agar bantuan dapat tiba lebih cepat.

Mengetahui nomor-nomor ini dapat mempercepat respons darurat dan meningkatkan peluang menyelamatkan korban.

Kesimpulan: Satu Menit Bisa Menentukan Antara Hidup dan Mati

Tenggelam adalah salah satu kondisi darurat yang sering menipu orang di sekitarnya, karena dapat terjadi secara diam-diam dan hanya dalam hitungan detik.

Mengenali tanda-tanda nyata seseorang yang tenggelam, mengikuti prinsip “Reach, Throw, Row, Don’t Go”, serta bertindak cepat setelah mengeluarkan korban dari air dapat menjadi perbedaan antara keselamatan, komplikasi serius, atau kehilangan nyawa.

Ingat selalu:

Prioritas utama setelah penyelamatan adalah:

  • Memeriksa pernapasan korban.

  • Memeriksa respons atau kesadarannya.

Jika diperlukan, segera mulai CPR (Resusitasi Jantung Paru) tanpa membuang waktu untuk mencoba mengeluarkan air dari paru-paru.

Pemantauan korban selama beberapa jam setelah kejadian sama pentingnya dengan proses penyelamatan itu sendiri, karena masalah pernapasan dapat muncul terlambat.

Cara terbaik untuk mencegah tenggelam adalah melakukan pencegahan sebelum kecelakaan terjadi:

  • Mengawasi anak secara terus-menerus.

  • Mengamankan kolam renang dengan penghalang yang sesuai.

  • Mengajarkan kemampuan berenang.

  • Memberikan edukasi keselamatan air kepada seluruh keluarga.

Jika Anda ingin memperoleh keterampilan praktis dan bersertifikat dalam pertolongan pertama serta CPR, pelatihan sebelumnya akan memberikan kemampuan untuk bertindak dengan percaya diri pada saat-saat kritis ketika setiap detik sangat berharga.


Mulailah Belajar Pertolongan Pertama Bersama Platform En’eash

Jangan menunggu sampai terjadi keadaan darurat baru belajar cara menghadapinya.

Tingkatkan kemampuan Anda dalam pertolongan pertama dan CPR melalui program pelatihan bersertifikat yang tersedia di platform En’eash.

Bersiaplah untuk melindungi keluarga dan masyarakat ketika bantuan Anda dibutuhkan.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Tentang Pertolongan Pertama Saat Tenggelam

1. Apakah tenggelam benar-benar terjadi secara diam-diam?

Ya, tenggelam sering terjadi tanpa suara.

Orang yang tenggelam menggunakan seluruh energinya untuk tetap mengapung dan mencoba bernapas, sehingga biasanya tidak memiliki cukup udara atau kemampuan untuk berteriak meminta bantuan.

Selama 20–60 detik ketika tubuh secara naluriah berusaha bertahan hidup, kepala korban dapat miring ke belakang dan mulut berada dekat permukaan air.

Kondisi ini disebut instinctive drowning response (respons naluriah saat tenggelam), di mana korban dapat terlihat hampir tidak bergerak sehingga tanda bahaya sulit dikenali.

Tidak adanya teriakan bukan berarti orang tersebut aman. Justru ia mungkin berada dalam bahaya besar.


2. Apa yang harus saya lakukan pertama kali ketika melihat seseorang tenggelam?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera meminta bantuan, baik dengan berteriak maupun menghubungi layanan darurat (997 di Arab Saudi).

Kemudian bantu korban tanpa membahayakan diri sendiri.

Lakukan langkah berikut:

  • Ulurkan tongkat, tali, atau benda panjang lainnya.

  • Lemparkan pelampung atau benda yang dapat mengapung.

  • Jangan masuk ke air jika Anda tidak yakin dengan kemampuan berenang dan penyelamatan Anda.

Jika tidak terlatih, Anda dapat menjadi korban kedua.


3. Kapan CPR harus dimulai setelah korban dikeluarkan dari air?

CPR harus segera dimulai jika korban tidak sadar atau tidak bernapas normal setelah dikeluarkan dari air.

Jangan menunggu dan jangan mencoba mengeluarkan air dari paru-paru terlebih dahulu.

Setiap menit sangat penting karena kekurangan oksigen dapat merusak otak dan organ vital.

CPR yang cepat dan panggilan darurat dapat meningkatkan peluang korban untuk selamat.


4. Apa itu dry drowning atau secondary drowning?

Istilah “dry drowning” dan “secondary drowning” sering digunakan untuk menjelaskan kemungkinan masalah setelah tenggelam, tetapi keduanya bukan diagnosis medis resmi.

Maksudnya adalah air dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan atau paru-paru sehingga masalah pernapasan dapat muncul beberapa jam kemudian.

Jika seseorang terlihat baik setelah tenggelam tetapi kemudian mengalami:

  • Batuk terus-menerus.

  • Kesulitan bernapas.

  • Nyeri atau tekanan di dada.

  • Kelelahan berat.

Maka ia harus mendapatkan pemeriksaan medis.


5. Bagaimana cara melindungi anak saya dari tenggelam di kolam renang?

Melindungi anak dari tenggelam membutuhkan pengawasan terus-menerus.

Selalu berada dekat anak ketika ia berada di sekitar air dan jangan mengalihkan perhatian.

Langkah penting:

  • Pasang penghalang keamanan di sekitar kolam.

  • Jangan meninggalkan anak sendirian dekat air.

  • Gunakan jaket pelampung jika diperlukan.

  • Ajarkan anak berenang sejak dini.

  • Ajarkan aturan keselamatan air.

Belajar berenang dan pengawasan aktif merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko tenggelam pada anak.


6. Apakah saya harus mengeluarkan air dari paru-paru korban terlebih dahulu?

Tidak.

Jangan mencoba mengeluarkan air dari paru-paru secara manual dan jangan menekan perut atau dada korban untuk mengeluarkan air.

Tindakan tersebut dapat menunda dimulainya CPR dan berpotensi menyebabkan cedera.

Panduan pertolongan pertama modern memprioritaskan CPR segera setelah korban dikeluarkan dari air, karena membantu mengembalikan oksigen ke otak dan organ penting.

Mulai CPR segera dan jangan membuang waktu untuk mencoba “mengeluarkan air”.